Selasa, 13 Agustus 2013

Kebebasan Pribadi Setelah Menikah

Coba Anda telaah, apakah Anda masih merasa ada saja yang kurang beres saat Anda berada di depan pasangan? Jika Anda langsung menjawab ya, berarti Anda sedang menghadapi keterbatasan kebebasan.


Banyak ahli dibidang perkawinan mengatakan, suami dan istri sudah selayaknya saling terbuka. Namun penelitian menunjukkan bahwa tidak semua pasangan dapat melakukan apa yang dikatakan para ahli tersebut. Ditemukan kenyataan bahwa tidak sepenuhnya pasangan dapat mebuka diri selebar-lebarnya. Terutama mengenai hal pribadi.

Alasan yang dilontarkan juga cukup mengagetkan yaitu karena malu. Kenapa terhadap psangan, Anda masih saja merasa malu? Padahal seharusnya dalam perkawinan, Anda dan pasangan sudah saling mengetahui luar dan dalam. Mengapa masih ada pasangan yang telah sekian tahun menikah masih malu melakukan sesuatu di hadapan pasangannya?

Meski ada banyak pasangan yang sudah bisa berterus terang di depan pasangannya namun ada juga yang belum. Walaupun untuk mereka yang belum berani berterus terang, jika ditanyakan apa alasannya, mereka menjawab tidak mengerti mengapa mereka enggan atau malu jika berada di hadapan pasangannya.



Latar Belakang Budaya



Semua perbuatan di atas sudah seharusnya dibuang jauh-jauh apalagi kini era keterbukaan sudah semakin lebar mengepakkan sayapnya. Hal ini harus juga diterapkan dalam hidup keluarga.

Dalam banyak buku dipaparkan, orang biasanya akan merasa rendah diri dan menutup diri dihadapan orang yang kedudukannya dianggap lebih tinggi, seperti : pimpinan, orang tua atau suami. Sebenarnya menurut penelitian, perilaku seseorang sangat tergantung pada latar belakang budaya dimana dia diajarkan mengenai nilai kebebasan itu.

Namun apapun latar belakang Anda, cukup diingat, bahwa kebahagiaan perkawinan sangat mungkin tercipta dengan adanya keterbukaan dari kedua belah pihak yang terlibat sehingga masing-masing bebas mengutarakan apa saja keinginannya. Karenanya, jangan pernah berpura-pura mengatakan, “Saya tidak apa-apa kok”, padahal dalam hati Anda merasa tidak senang, menggerutu, marah atau bahkan kecewa.



Realita Hidup



Walaupun tetap ada beberapa hal pribadi yang lebih baik tidak dibeberkan di depan pasangan,namun hal ini semata-mata demi menjaga norma kesopanan dan menghindari rasa risi. Contoh sederhana yang mungkin sesekali Anda hadapi misalnya Anda berusaha menahan rasa ingin kekamar mandi untuk membuang ‘hajat’  sementara pada saat yang sama, pasangan sedang menggosok gigi. Dua kegiatan yang sebaiknya tidak dilakukan di waktu dan tempat yang sama, bukan?

Kedekatan dan tidak ada lagi rahasia di antara Anda berdua merupakan ungkapan dari rasa saling percaya dan keintiman. Namun di samping saling terbuka, Anda tetap perlu memperhatikan seberapa sensitive pasangan terhadap kekurangan yang ada dalam diri Anda. Sebab dalam perjalanan kehidupan, tidak selalu diisi dengan sesuatu yang ‘manis’, ada begitu banyak kenyataan yang tidak menyenangkan dan tidak diharapkan datang dan harus dihadapi.

Anda harus ingat, dan tentu saja hal ini harus mendapat dukungan pasangan, bahwa Anda dan dia akan hidup bersama selamanya, sampai hanya maut yang memisahkan. Dan Anda tidak mungkin selamnya hidup memakai ‘topeng’. Anda harus sadar, menjadi lemah, sakit atau tua bukan hal yang harus ditutupi, gemuk atau kurus, sakit, hamil dan keriput adalah kenyataan yang harus dilewati karena memang itulah realitas kehidupan.





News From : Paket Pernikahan ( E-PHOTOSTYLE )

Berita Dari : Paket Pernikahan ( E-PHOTOSTYLE )

0 komentar :

Poskan Komentar